Cyberbullying adalah pelecehan atau penindasan yang dilakukan dengan teknologi digital. Ini sering terjadi di ponsel, platform obrolan, platform game, dan media sosial. Cyberbullying dapat berdampak pada psikologis remaja, karena pelaku cyberbullying sering mengakses media sosial, korban mengalami kesulitan untuk mencari jalan keluar. Dampak yang ditimbulkan dari cyberbullying ini yaitu mempengaruhi kesehatan mental dari remaja. Informasi yang diterima oleh remaja, baik dari orang tua, orang lai...
Cyberbullying adalah pelecehan atau penindasan yang dilakukan dengan teknologi digital. Ini sering terjadi di ponsel, platform obrolan, platform game, dan media sosial. Cyberbullying dapat berdampak pada psikologis remaja, karena pelaku cyberbullying sering mengakses media sosial, korban mengalami kesulitan untuk mencari jalan keluar. Dampak yang ditimbulkan dari cyberbullying ini yaitu mempengaruhi kesehatan mental dari remaja. Informasi yang diterima oleh remaja, baik dari orang tua, orang lain, atau media, memengaruhi pengetahuan kesehatan jiwa mereka. Oleh karena itu, mengajari remaja cara menggunakan media sosial yang baik untuk menghindari cyberbullying merupakan cara untuk menjaga kesehatan mental mereka stabil dengan menggunakan metede kuantitatif.
Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, rancangan penelitian yaitu pre-post experimental design one-group pretest and post test design. Sampel penelitian ditentukan secara pusposive sampling yaitu 100 siswa/I di SMP Negeri 2 Tatapaan.
Hasil penelitian yang dilakukan memiliki hasil pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada responden menunjukkan hasil yang efektif dimana p-value = 0.000 < 0.05, sehingga dapat di simpulkan ada pengaruh edukasi penggunaan media sosial terhadap pengetahuan tentang cyberbullying pada remaja di SMP Negeri 2 Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan