Pengaruh Ekstrak Sesewanua 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Pada Rongga Mulut
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR KEPERAWATAN 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 54 Hal: Ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Derliana Yermias
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak sesewanua (Clerodendrum fragrans Vent Willd) 2% terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa pada rongga mulut. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya menjaga kebersihan mulut sebagai upaya pencegahan infeksi, termasuk P. aeruginosa, salah satu bakteri penyebab infeksi nosokomial yang umum ditemukan pada pasien di ruang perawatan intensif. Sesewanua merupakan tanaman lokal yang diketahui memiliki senyawa aktif dengan potensi antibakteri, sehingga menarik untuk diuji efektivitasnya terhadap bakteri tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan teknik difusi cakram pada media Nutrient Agar. Sampel berupa kultur P. aeruginosa diperoleh secara online dan diuji terhadap larutan ekstrak sesewanua 2%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa zona hambat yang dihasilkan hanya berkisar antara 11–13 mm, sedikit melebihi diameter cakram kontrol (6 mm). Ukuran zona hambat yang tergolong kecil ini menunjukkan bahwa ekstrak sesewanua 2% belum memiliki efektivitas signifikan dalam menghambat pertumbuhan P. aeruginosa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak sesewanua 2% belum mampu menghambat pertumbuhan P. aeruginosa secara signifikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh resistensi alami bakteri terhadap senyawa antibakteri tanaman, rendahnya konsentrasi ekstrak, atau proses ekstraksi yang belum optimal. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode ekstraksi yang ditingkatkan, serta memberikan kontribusi pada pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pencegahan infeksi rongga mulut
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan teknik difusi cakram pada media Nutrient Agar. Sampel berupa kultur P. aeruginosa diperoleh secara online dan diuji terhadap larutan ekstrak sesewanua 2%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa zona hambat yang dihasilkan hanya berkisar antara 11–13 mm, sedikit melebihi diameter cakram kontrol (6 mm). Ukuran zona hambat yang tergolong kecil ini menunjukkan bahwa ekstrak sesewanua 2% belum memiliki efektivitas signifikan dalam menghambat pertumbuhan P. aeruginosa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak sesewanua 2% belum mampu menghambat pertumbuhan P. aeruginosa secara signifikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh resistensi alami bakteri terhadap senyawa antibakteri tanaman, rendahnya konsentrasi ekstrak, atau proses ekstraksi yang belum optimal. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode ekstraksi yang ditingkatkan, serta memberikan kontribusi pada pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pencegahan infeksi rongga mulut
Berkas
Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Baca
Khusus anggota
Masuk untuk membaca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
SKR KEPERAWATAN 2025
SKR000172025
Tersedia