Pengaruh Oral Hygiene Menggunakan Ekstrak Sesewanua 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pada Rongga Mulut Pasien Rawat Inap Di RS Bhayangkara Tk III Manado
Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama pada pasien rawat inap yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri akibat kebersihan mulut yang buruk. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui tindakan oral hygiene yaitu untuk menjaga kontinuitas bibir, lidah, dan mukosa mulut, mencegah infeksi rongga mulut serta melembabkan membran mukosa bibir dan mulut. Penggunaan bahan tradisional saat ini sedang populer dikalangan masyarakat. Tanaman sesewanua (Clerodendrum Fra...
Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama pada pasien rawat inap yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri akibat kebersihan mulut yang buruk. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui tindakan oral hygiene yaitu untuk menjaga kontinuitas bibir, lidah, dan mukosa mulut, mencegah infeksi rongga mulut serta melembabkan membran mukosa bibir dan mulut. Penggunaan bahan tradisional saat ini sedang populer dikalangan masyarakat. Tanaman sesewanua (Clerodendrum Fragrans Vent Willd.) merupakan tanaman yang mengandung etanol dimana bersifat anti bakteria, kandungan tersebut yang membuat tanaman ini dikembangkan antara lain sebagai obat kumur untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh oral hygiene menggunakan ekstrak sesewanua 2% terhadap pertumbuhan bakteri di rongga mulut pasien rawat inap di RS Bhayangkara TK. III Manado. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental jenis two group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 10 orang yang dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mean pada kelompok ekstrak sesewanua 2% dan (-) ekstrak sehingga pemberian oral hygiene menggunakan ekstrak sesewanua 2% berpengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri pada rongga mulut dengan p Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak sesewanua 2% memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri pada rongga mulut. Dengan demikian, obat kumur sesewanua bisa menjadi pilihan terapi nonmedis untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada rongga mulut, terutama di layanan kesehatan seperti Rumah Sakit.