Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Image of Pengaruh Oral Hygiene Menggunakan Ekstrak Sesewanua 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pada Rongga Mulut Pasien Rawat Inap Di RS Bhayangkara Tk III Manado
Skripsi Akses terbatas 2025

Pengaruh Oral Hygiene Menggunakan Ekstrak Sesewanua 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pada Rongga Mulut Pasien Rawat Inap Di RS Bhayangkara Tk III Manado

Tahun terbit
2025
Jenis naskah
Skripsi
Bahasa
Indonesia
No. panggil
SKR KEPERAWATAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiv, 84 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Klasifikasi
NONE
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Ni Nyoman Presmita Artadi

Abstrak

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama pada pasien rawat inap yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri akibat kebersihan mulut yang buruk. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui tindakan oral hygiene yaitu untuk menjaga kontinuitas bibir, lidah, dan mukosa mulut, mencegah infeksi rongga mulut serta melembabkan membran mukosa bibir dan mulut. Penggunaan bahan tradisional saat ini sedang populer dikalangan masyarakat. Tanaman sesewanua (Clerodendrum Fragrans Vent Willd.) merupakan tanaman yang mengandung etanol dimana bersifat anti bakteria, kandungan tersebut yang membuat tanaman ini dikembangkan antara lain sebagai obat kumur untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh oral hygiene menggunakan ekstrak sesewanua 2% terhadap pertumbuhan bakteri di rongga mulut pasien rawat inap di RS Bhayangkara TK. III Manado. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental jenis two group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 10 orang yang dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mean pada kelompok ekstrak sesewanua 2% dan (-) ekstrak sehingga pemberian oral hygiene menggunakan ekstrak sesewanua 2% berpengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri pada rongga mulut dengan p Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak sesewanua 2% memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri pada rongga mulut. Dengan demikian, obat kumur sesewanua bisa menjadi pilihan terapi nonmedis untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada rongga mulut, terutama di layanan kesehatan seperti Rumah Sakit.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Baca Khusus anggota Masuk untuk membaca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A SKR KEPERAWATAN 2025
SKR000112025
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar