Latar Belakang: Anak dengan gastritis sering mengalami nyeri pada ulu hati karena iritasi atau peradangan pada mukosa lambung, sehingga dapat memicu reaksi nyeri di area ulu hati atau epigastrium. Gastritis merupakan proses inflamasi yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa lambung.Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional tidak nyaman. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi nafas dalam. Teknik relaksasi nafas...
Latar Belakang: Anak dengan gastritis sering mengalami nyeri pada ulu hati karena iritasi atau peradangan pada mukosa lambung, sehingga dapat memicu reaksi nyeri di area ulu hati atau epigastrium. Gastritis merupakan proses inflamasi yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa lambung.Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional tidak nyaman. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi nafas dalam. Teknik relaksasi nafas dalam merupakan gaya pernapasan yang pada dasarnya lambat, dalam, dan rileks yang memungkinkan seseorang merasa lebih tenang sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri. Pada penderita gastritis, teknik relaksasi nafas dalam dapat dilakukan 10-15 menit dan diulang sampai nyeri berkurang karena dapat mengurangi sinyal nyeri pada thalamus yang dihantarkan ke korteks cerebri sehingga dapat mengurangi nyeri. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengimplementasikan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Pada Penurunan Nyeri Pada Anak Dengan Gastritis Di Ruangan Edelweis Atas Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Manado. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif dengan pendekatan Studi Kasus, untuk memberikan Implementasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Pada Penurunan Nyeri pada Anak Dengan Gastritis. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam pada maka didapatkan hasil adanya penurunan intensitas skala nyeri, pada pasien 1didapati hasil penurunan skala nyeri dari skala nyeri 8 (Nyeri berat) menjadi skala nyeri 2 (Nyeri sangat ringan), dan pada pasien 2 didapati hasil penurunan skala nyeri dari skala 6 (Nyeri sedang) menjadi skala nyeri 0 (Tidak nyeri). Kesimpulan: Teknik Relaksasi Nafas Dalam ini terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada anak dengan gastritis. Metode ini dapat dilakukan sebagai intervensi dalam praktik keperawatan, baik dirumah sakit maupun dirumah