Respon umum yang dialami keluarga pasien dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian kondisi pasien, kemungkinan akan buruk, dan kurangnya informasi dari tenaga kesehatan [1] [2] [3]. Kondisi ini diperparah oleh suasana IGD yang penuh tekanan [2]. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mer edakan keluarga pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan tindakan mereduksi melalui komunikasi terapeutik pada keluarga pasien di IGD RS...
Respon umum yang dialami keluarga pasien dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian kondisi pasien, kemungkinan akan buruk, dan kurangnya informasi dari tenaga kesehatan [1] [2] [3]. Kondisi ini diperparah oleh suasana IGD yang penuh tekanan [2]. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mer edakan keluarga pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan tindakan mereduksi melalui komunikasi terapeutik pada keluarga pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado [4]. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan lima responden keluarga pasien yang menderita IGD [5] [6]. Data dikumpulkan melalui Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) sebelum dan sesudah intervensi komunikasi terapeutik [6] [7]Sebelum intervensi, sebagian besar responden menunjukkan tingkat kecemasan ,sedang hingga berat [7]. Setelah komunikasi terapeutik dilakukan oleh dokter, mayoritas responden mengalami penurunan tingkat kesehatan [8]. Komunikasi terapeutik yang diterapkan meliputi mendengarkan aktif, memberikan informasi yang jelas, menunjukkan empati, dan meyakinkan keluarga [9] [10]. Faktor pendukung keberhasilan intervensi ini adalah kemampuan perawatan dalam berempati dan membangun kepercayaan, serta mendapatkan informasi yang diberikan [11].Komunikasi terapeutik terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado [12]. Intervensi ini meningkatkan rasa aman, memperkuat kepercayaan, dan memungkinkan keluarga memahami kondisi pasien dengan lebih baik [12].