PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Image of Implementasi Aktifitas Fisik Senam Untuk Meningkatkan kekuatan Otot di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Senjah Cerah Manado
1X Dilihat
Karya Tulis Ilmiah

Implementasi Aktifitas Fisik Senam Untuk Meningkatkan kekuatan Otot di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Senjah Cerah Manado

Yanni Karundeng
Dosen Pembimbing
Samuel Tambuwun
Dosen Pembimbing
Victorya Praise Prista Sangian
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Karya Tulis Ilmiah
2025
Indonesia
Akses Terbuka

Abstrak

Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisiologis akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat berdampak pada kemandirian dan meningkatkan risiko jatuh. Senam lansia merupakan intervensi fisik sederhana yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi aktivitas fisik berupa senam lansia dalam meningkatkan kekuatan otot pada dua respond...
Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisiologis akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat berdampak pada kemandirian dan meningkatkan risiko jatuh. Senam lansia merupakan intervensi fisik sederhana yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi aktivitas fisik berupa senam lansia dalam meningkatkan kekuatan otot pada dua responden lansia yang tinggal di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Senja Cerah Manado. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan dua responden berusia 82 dan 70 tahun. Intervensi berupa senam dilakukan selama 7 hari, masing-masing 2 sesi per hari (pagi dan sore). Penilaian kekuatan otot dilakukan menggunakan Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan setelah implementasi.
Sebelum senam, klien 1 memperoleh skor MMT 2 (Poor), menunjukkan gerakan hanya muncul saat posisi dibantu. Klien 2 memperoleh skor MMT 3 (Fair), mampu melawan gravitasi namun belum stabil saat diberi tahanan ringan. Setelah senam, terjadi peningkatan skor MMT masing-masing satu tingkat, menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dan respons positif terhadap senam lansia.
Implementasi senam lansia secara rutin dapat meningkatkan kekuatan otot pada lansia yang mengalami penurunan kemampuan fisik. Intervensi ini terbukti aman, bermanfaat, dan dapat direkomendasikan sebagai strategi preventif terhadap risiko jatuh dan penurunan fungsional
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KEPERAWATAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2025
Deskripsi Fisik
xiv, 90 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Lansia
Senam Lansia
Otot
Pernyataan Tanggung Jawab
Victorya Praise Prista Sangian
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2025
KTI001012025
Tersedia
Lampiran Berkas
Baca
Baca
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik