Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisiologis akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat berdampak pada kemandirian dan meningkatkan risiko jatuh. Senam lansia merupakan intervensi fisik sederhana yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi aktivitas fisik berupa senam lansia dalam meningkatkan kekuatan otot pada dua respond...
Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisiologis akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat berdampak pada kemandirian dan meningkatkan risiko jatuh. Senam lansia merupakan intervensi fisik sederhana yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi aktivitas fisik berupa senam lansia dalam meningkatkan kekuatan otot pada dua responden lansia yang tinggal di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Senja Cerah Manado. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan dua responden berusia 82 dan 70 tahun. Intervensi berupa senam dilakukan selama 7 hari, masing-masing 2 sesi per hari (pagi dan sore). Penilaian kekuatan otot dilakukan menggunakan Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan setelah implementasi.
Sebelum senam, klien 1 memperoleh skor MMT 2 (Poor), menunjukkan gerakan hanya muncul saat posisi dibantu. Klien 2 memperoleh skor MMT 3 (Fair), mampu melawan gravitasi namun belum stabil saat diberi tahanan ringan. Setelah senam, terjadi peningkatan skor MMT masing-masing satu tingkat, menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dan respons positif terhadap senam lansia.
Implementasi senam lansia secara rutin dapat meningkatkan kekuatan otot pada lansia yang mengalami penurunan kemampuan fisik. Intervensi ini terbukti aman, bermanfaat, dan dapat direkomendasikan sebagai strategi preventif terhadap risiko jatuh dan penurunan fungsional