Penerapan ROM (Range Of Motion) Pasif Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Paviliun Efesus RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Latar Belakang : Stroke merupakan suatu gangguan mendadak pada otak yang disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, yang dapat menimbulkan berbagai gejala seperti kesulitan dalam berbicara, berjalan, kelumpuhan, kesulitan saat menelan, dan lainnya. Masalah keperawatan yang sering ditemukan pada penderita stroke seperti gangguan mobilitas fisik, gangguan bicara. Jika terlambat mendapatkan penanganan atau tidak segera mendapatkan pertolongan yang tepat, maka akan menyebabkan kecaca...
Latar Belakang : Stroke merupakan suatu gangguan mendadak pada otak yang disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, yang dapat menimbulkan berbagai gejala seperti kesulitan dalam berbicara, berjalan, kelumpuhan, kesulitan saat menelan, dan lainnya. Masalah keperawatan yang sering ditemukan pada penderita stroke seperti gangguan mobilitas fisik, gangguan bicara. Jika terlambat mendapatkan penanganan atau tidak segera mendapatkan pertolongan yang tepat, maka akan menyebabkan kecacatan permanen atau kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Salah satu cara untuk menghindari terjadinya cacat permanen pada pasien yang mengalami stroke adalah dengan melakukan latihan mobilisasi secara awal, yaitu latihan range of motion (ROM) yang dapat membantu meningkatkan atau menjaga fleksibilitas serta kekuatan otot. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menerapan Range Of Motion (ROM) pasif pada pasien stroke dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Metode : Menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi kasus pada 1 responden yang mengalami penyakit stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik di RSU Gmim Pancaran Kasih Manado mulai tanggal 28 April-30 April 2025 Hasil : Setelah dilakukan intervensi selama 2x sehari dalam 3 hari dengan diberikan latihan Range Of Motion (ROM) pasif adanya peningkatan pada kekuatan otot pasien. Latihan range of motion (ROM) pasif terbukti meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Kesimpulan : pada penerapan Range Of Motion (ROM) ditemukan masalah utama gangguan mobilitas fisik dan evaluasi yang diperoleh sebelum dilakukan penerapan Range Of Motion (ROM) belum ada peningakatan kekuatan otot ekstremitas kanan atas (3) ekstremitas kiri atas (5) etremitas kanan bawah (3) ekstremitas kiri bawah (5) namun setelah dilakukan penerapan range of motion (ROM) terdapat peningkatan di ekstremitas atas kanan yaitu menjadi (4)