Manajemen Inkontinensia Urin Pada Lansia Dengan Pendekatan Asuhan keperawatan Di UPTD Balai Penyantunan Lanjut Usia Terlantar Senjah Cerah Paniki Manado
Masalah, Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia akibat penurunan fungsi fisiologis, seperti melemahnya otot dasar panggul dan gangguan kontrol berkemih. Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup lansia baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Berdasarkan survei di UPTD Balai Penyantunan Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah” Paniki Manado, tercatat sejumlah lansia mengalami inkontinensia urin, sehingga diperlukan upaya penatalaksanaan yang efektif melalu...
Masalah, Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia akibat penurunan fungsi fisiologis, seperti melemahnya otot dasar panggul dan gangguan kontrol berkemih. Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup lansia baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Berdasarkan survei di UPTD Balai Penyantunan Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah” Paniki Manado, tercatat sejumlah lansia mengalami inkontinensia urin, sehingga diperlukan upaya penatalaksanaan yang efektif melalui pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen inkontinensia urin pada lansia melalui pendekatan asuhan keperawatan dengan penerapan scheduled toileting.
Metode, penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus keperawatan, mencakup proses pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan, dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 19 juni 2025-21 juni 2025 dalam sesi 3 kali dalam 1 hari dan dilakukan setiap 2 jam 1x. Sebelum intervensi, dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi terhadap 1 lansia.
Hasil, penelitian menunjukkan bahwa penerapan scheduled toileting selama tiga hari mampu menurunkan frekuensi inkontinensia urin, meningkatkan kemampuan lansia dalam mengontrol berkemih, serta meningkatkan kemandirian dan status fungsional. Lansia juga menunjukkan respons positif terhadap intervensi keperawatan yang diberikan secara konsisten.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen inkontinensia urin dengan pendekatan scheduled toileting efektif dalam mengurangi gejala inkontinensia urin dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan rutin di pelayanan keperawatan gerontik untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.