Latar Belakang :. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi, terutama pada kelompok lansia. Salah satu komplikasi serius dari penyakit ini adalah ulkus diabetikum yang timbul akibat neuropati perifer dan gangguan perfusi vaskular. Penanganan luka yang tidak tepat dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko amputasi. Pendekatan perawatan luka dengan metode modern dressing terbukti mampu menciptakan lingkungan lembab yang mendukung proses regenerasi jar...
Latar Belakang :. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi, terutama pada kelompok lansia. Salah satu komplikasi serius dari penyakit ini adalah ulkus diabetikum yang timbul akibat neuropati perifer dan gangguan perfusi vaskular. Penanganan luka yang tidak tepat dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko amputasi. Pendekatan perawatan luka dengan metode modern dressing terbukti mampu menciptakan lingkungan lembab yang mendukung proses regenerasi jaringan dan mempercepat penyembuhan luka.
Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa jumlah penderita diabetes melitus dewasa (usia 20-79 tahun) di dunia mencapai 537 juta pada tahun 2021
Tujuan : Melakukan penerapan perawatan ulkus modern dressing pada lansia dengan diabetes melitus tipe II di ruangan hana RSU GMIMI Pancaran Kasih Manado
Metode Studi Kasus : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien lansia di ruangan hana RSU GMIM pancaran kasih manado mulai pada tanggal 20 juli sampai 25 juli 2025.
Hasil Studi Kasus : Setelah dilakukan penerapan kepada subjek penelitian didapatkan penerapan perawatan ulkus dalam upaya mempercepat proses penyembuhan luka pada pasien diabetes diabetes melitus berhasil.
Kesimpulan : Penerapan perawatan ulkus modern dressing pada lansia dengan Diabetes Melitus tipe II pada Tn.H.T selama 4 hari masalah keperawatan teratasi