Penerapan Perawatan Luka Dengan Metode Irrigasi dan Dressing Pada pasien DM Tipe-II Di RSU Gmim Pancaran Kasih Manado
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 71 Hal: Ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 8 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Tiara Vanessa Assa
Abstrak
Latar Belakang: Luka kronis pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan tantangan klinis yang signifikan, terutama akibat gangguan vaskular, neuropati, dan penurunan respons imun yang memperlambat proses penyembuhan luka dikaki.
Tujuan: penelitian mendapakan gambaran penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan penggunaan dressing pada pasien DM Tipe-2. Metode penelitian deskriptif, studi kasus pada satu kasus pasien dengan DM Tipe-2, diterapkan perawatan luka selama 3 hari di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil: Setelah dilakukan penerapan kepada subjek penelitian didapatkan Luka berukuran 4×3 cm dengan kondisi jaringan slough pada seluruh tanggal pengkajian. Eksudat serous kekuningan dengan jumlah yang awalnya sedang (4 Juli) kemudian menurun menjadi sedikit (5–6 Juli). Bau melodus ditemukan pada 4 Juli namun tidak ada bau pada 5–6 Juli.
Kesimpulan: Penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan dressing pada pasien DM Tipe-2 Ny.N.R selama 3 hari memberikan respons penyembuhan yang positif, ditandai dengan penurunan eksudat, hilangnya bau, serta kondisi luka yang lebih bersih, meskipun jaringan slough masih memerlukan intervensi lanjutan
Tujuan: penelitian mendapakan gambaran penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan penggunaan dressing pada pasien DM Tipe-2. Metode penelitian deskriptif, studi kasus pada satu kasus pasien dengan DM Tipe-2, diterapkan perawatan luka selama 3 hari di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil: Setelah dilakukan penerapan kepada subjek penelitian didapatkan Luka berukuran 4×3 cm dengan kondisi jaringan slough pada seluruh tanggal pengkajian. Eksudat serous kekuningan dengan jumlah yang awalnya sedang (4 Juli) kemudian menurun menjadi sedikit (5–6 Juli). Bau melodus ditemukan pada 4 Juli namun tidak ada bau pada 5–6 Juli.
Kesimpulan: Penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan dressing pada pasien DM Tipe-2 Ny.N.R selama 3 hari memberikan respons penyembuhan yang positif, ditandai dengan penurunan eksudat, hilangnya bau, serta kondisi luka yang lebih bersih, meskipun jaringan slough masih memerlukan intervensi lanjutan
Berkas
Baca
Akses terbuka
Baca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
KTI KEPERAWATAN 2025
KTI000932025
Tersedia