Latar Belakang: Luka kronis pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan tantangan klinis yang signifikan, terutama akibat gangguan vaskular, neuropati, dan penurunan respons imun yang memperlambat proses penyembuhan luka dikaki.
Tujuan: penelitian mendapakan gambaran penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan penggunaan dressing pada pasien DM Tipe-2. Metode penelitian deskriptif, studi kasus pada satu kasus pasien dengan DM Tipe-2, diterapkan perawatan luka selama 3 hari di R...
Latar Belakang: Luka kronis pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan tantangan klinis yang signifikan, terutama akibat gangguan vaskular, neuropati, dan penurunan respons imun yang memperlambat proses penyembuhan luka dikaki.
Tujuan: penelitian mendapakan gambaran penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan penggunaan dressing pada pasien DM Tipe-2. Metode penelitian deskriptif, studi kasus pada satu kasus pasien dengan DM Tipe-2, diterapkan perawatan luka selama 3 hari di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil: Setelah dilakukan penerapan kepada subjek penelitian didapatkan Luka berukuran 4×3 cm dengan kondisi jaringan slough pada seluruh tanggal pengkajian. Eksudat serous kekuningan dengan jumlah yang awalnya sedang (4 Juli) kemudian menurun menjadi sedikit (5–6 Juli). Bau melodus ditemukan pada 4 Juli namun tidak ada bau pada 5–6 Juli.
Kesimpulan: Penerapan perawatan luka dengan metode irrigasi dan dressing pada pasien DM Tipe-2 Ny.N.R selama 3 hari memberikan respons penyembuhan yang positif, ditandai dengan penurunan eksudat, hilangnya bau, serta kondisi luka yang lebih bersih, meskipun jaringan slough masih memerlukan intervensi lanjutan