Penerapan Terapi Bermain Baling Baling Bambu Pada Anak Bronkopneumonia Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Bronkopneumonia merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan bawah yang umum terjadi pada anak dan sering menyebabkan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi bermain baling-baling bambu dalam membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, ...
Bronkopneumonia merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan bawah yang umum terjadi pada anak dan sering menyebabkan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi bermain baling-baling bambu dalam membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) manajemen jalan napas (I.01011), dengan penambahan terapi bermain baling-baling bambu selama 15 menit sekali sehari selama tiga hari. Evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria hasil SLKI:produksi sputum, bunyi ronki, pola napas, dan frekuensi napas.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor evaluasi klinis dari total skor 19 pada hari pertama menjadi 25 pada hari ketiga. Perbaikan terlihat pada efektivitas batuk, penurunan sputum, penurunan ronki, serta membaiknya pola dan frekuensi napas. Terapi ini juga disukai anak karena berbasis aktivitas bermain
Kesimpulannya, terapi baling-baling bambu efektif sebagai terapi nonfarmakologis sederhana dalam membantu membersihkan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia dan dapat dipertimbangkan dalam praktik keperawatan anak.