Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis. dengan gejala yang muncul berupa waham, gaduh gelisah, prilaku aneh, gangguan berfikir dan halusinasi (Siregar, 2022). Menurut World Health Organization (WHO), (2019), gangguan jiwa terus meningkat secara signifikan di setiap negara di dunia, ada sekitar 20 juta jiwa menderita skizofrenia dan psikosis. Prevelensi skizofrenia telah meningkat dari 40% menjadi 26 juta jiwa (WHO 2021). Penelitian ini bertujuan : mengetahui implementasi dukungan perawat...
Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis. dengan gejala yang muncul berupa waham, gaduh gelisah, prilaku aneh, gangguan berfikir dan halusinasi (Siregar, 2022). Menurut World Health Organization (WHO), (2019), gangguan jiwa terus meningkat secara signifikan di setiap negara di dunia, ada sekitar 20 juta jiwa menderita skizofrenia dan psikosis. Prevelensi skizofrenia telah meningkat dari 40% menjadi 26 juta jiwa (WHO 2021). Penelitian ini bertujuan : mengetahui implementasi dukungan perawatan diri untuk memperbaiki defisit perawatan diri klien skizofrenia di ruangan Kabela RSJ. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Kalasey"
Metode penelitian, Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Sample satu orang Ny.N.S yang memenuhi kriteria, pasien dirawat di ruangan kabela RSJ. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Kalasey"
Hasil Studi Kasus : Setelah dilakukan Implementasi Dukungan Perawatan Diri pada klien Ny. N.S maka didapatkan hasil adanya peningkatan kebersihan dalam merawat diri pada pasien yang dilakukan selama 5 hari pada klien setelah dilakukan dukungan perawatan diri adanya peningkatan perawatan diri.
Kesimpulan : Pada klien Ny. N.S yang mengalami defisit perawatan diri didapatkan mengalami peningkatan perawatan diri dan peningkatan pengetahuan akan defisit perawatan diri.