Latar belakang masa nifas merupakan periode penting pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah luka perineum yang berisiko mengalami infeksi apabila perawatan vulva hygiene tidak dilakukan dengan benar. Daun sirih (Piper betle Linn) mengandung minyak atsiri, eugenol, dan senyawa aktif lain yang bersifat antiseptik, antibakteri, serta antiinflamasi, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam perawatan luka perineum. Penelitian ini bertujuan unt...
Latar belakang masa nifas merupakan periode penting pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah luka perineum yang berisiko mengalami infeksi apabila perawatan vulva hygiene tidak dilakukan dengan benar. Daun sirih (Piper betle Linn) mengandung minyak atsiri, eugenol, dan senyawa aktif lain yang bersifat antiseptik, antibakteri, serta antiinflamasi, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam perawatan luka perineum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan vulva hygiene dengan rebusan daun sirih sebagai upaya perawatan dan pencegahan risiko infeksi pada luka perineum ibu post partum di Puskesmas Bahu Kota Manado.
Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu orang ibu post partum dengan luka perineum derajat I. Intervensi berupa vulva hygiene dengan menggunakan 7 lembar daun sirih yang sudah direbus selama 20 menit, diberikan dua kali sehari selama lima hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dengan skala REEDA, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil setelah implementasi selama 5 hari, kondisi luka menunjukkan perbaikan ditandai dengan berkurangnya kemerahan, edema, perdarahan, dan nyeri. Skala REEDA menurun, penyatuan luka semakin baik, serta tidak ditemukan tanda infeksi. Klien juga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya vulva hygiene dalam mencegah komplikasi nifas.