PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Image of Implementasi Terapi Komplementer Madu Pada Anak Penderita Diare di Paviliun Ester RS Pancaran Kasih
0X Dilihat
Karya Tulis Ilmiah

Implementasi Terapi Komplementer Madu Pada Anak Penderita Diare di Paviliun Ester RS Pancaran Kasih

Esther N. Tamunu
Pengarang
Jong Kristan Taumoloba
Pengarang
Dorce Sisfiani Sarimin
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Karya Tulis Ilmiah
2025
Indonesia
Akses Terbuka

Abstrak

Diare merupakan masalah kesehatan utama pada anak di dunia. Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa perubahan peningkatan perubahan volume, keenceran dan frekuensi dengan atau tanpa lendir, darah, seperti lebih dari 3 kali/hari (Suntin dkk, 2021). Penanganan diare selain menggunakan teknik farmakoterapi terdapat juga terapi komplementer yang dapat digunakan yaitu dengan memberikan madu. Manfaat madu untuk mengatasi... Diare merupakan masalah kesehatan utama pada anak di dunia. Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa perubahan peningkatan perubahan volume, keenceran dan frekuensi dengan atau tanpa lendir, darah, seperti lebih dari 3 kali/hari (Suntin dkk, 2021). Penanganan diare selain menggunakan teknik farmakoterapi terdapat juga terapi komplementer yang dapat digunakan yaitu dengan memberikan madu. Manfaat madu untuk mengatasi diare karena efek antibakterinya dan kandungan nutrisinya yang mudah dicerna. Madu juga membantu dalam penggantian cairan tubuh yang hilang akibat diare (Suntin dkk, 2021). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi terapi komplementer madu pada anak penderita diare di paviliun ester rs gmim pancaran kasih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang implementasi terapi komplementer madu pada anak penderita diare dalam menurunkan frekuensi diare di paviliun ester rsu gmim pancaran kasih manado. Hasil yang didapatkan pada studi kasus ini, yaitu adanya penurunan frekuensi diare pada An. J.D, frekuensi diare sebelum dilakukan terapi dan sesudah dilakukan terapi komplementer yaitu, BAB lebih dari 3 kali sehari menjadi 1 kali sehari, muntah berhenti, pucat menurun, Mukosa bibir lembab, demam menurun, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital pada Tn. J.K : tekanan darah = 105/82mmHg, nadi = 110x/menit, suhu badan = 36,7℃, respirasi = 28x/menit,dengan hasil secara umum kondisi kesehatan pasien sudah mulai membaik, maka intervensi dihentikan dan pasien menjalani rawat jalan. Pada implementasi terapi komplementer madu dalam menurunkan frekuensi diare dapat dilihat bahwa diare telah teratasi
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KEPERAWATAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2025
Deskripsi Fisik
xiv, 91 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Diare
Terapi Komplementer Madu
Anak
Pernyataan Tanggung Jawab
Jong Kristan Taumoloba
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2025
KTI000822025
Tersedia
Lampiran Berkas
Baca
Baca
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik